BRIMOR, Warisan Death Metal Cipanas yang Kembali Bersuara Lewat “Sang Penguasa Jagat”

Nama BRIMOR mungkin tidak banyak tercatat dalam arsip digital arus utama, namun keberadaannya menyimpan catatan penting dalam sejarah musik ekstrem di Cianjur. Terbentuk pada tahun 1991, BRIMOR adalah salah satu band death metal yang lahir dari skena underground Cipanas—sebuah wilayah yang pada awal 1990-an nyaris tak dikenal sebagai basis musik metal ekstrem.

Di tengah keterbatasan akses, minimnya referensi, dan belum mapannya ekosistem musik keras di daerah, BRIMOR hadir sebagai unit yang berani mengambil jalur ekstrem. Mereka menjadi bagian dari generasi awal band-band metal lokal yang membangun skena dari nol, jauh sebelum istilah “death metal lokal” menjadi pembicaraan luas.

Sejak awal berdiri, BRIMOR mengusung death metal sebagai identitas musikal utama. Genre ini dikenal dengan karakter riff gitar yang agresif, permainan drum intens, serta vokal growl yang keras dan konfrontatif. Pendekatan musikal BRIMOR merepresentasikan semangat death metal era awal: mentah, tanpa kompromi, dan berangkat dari dorongan ekspresi yang jujur.

Formasi awal BRIMOR diisi oleh Hendy atau Lupus pada vokal, Gungun di gitar, Roy pada drum, serta Rozek di posisi bass. Dengan formasi tersebut, mereka mulai membangun eksistensi di lingkup lokal Cipanas dan sekitarnya, menjadi salah satu pionir yang membuka jalan bagi band-band ekstrem berikutnya di wilayah Cianjur.

Konteks waktu menjadi faktor penting dalam memahami posisi BRIMOR. Awal dekade 1990-an adalah periode ketika musik death metal di Indonesia masih berkembang secara sporadis dan terfragmentasi, terutama di luar kota-kota besar. Kehadiran BRIMOR di Cipanas menandai keberanian untuk mengekspresikan musik ekstrem di ruang yang belum memiliki tradisi kuat terhadap genre tersebut.

Dalam lanskap skena bawah tanah, band seperti BRIMOR sering kali hidup lewat cerita dari mulut ke mulut, ingatan kolektif, dan jejak-jejak yang tersimpan di komunitas lokal. Mereka mungkin tidak terdokumentasi secara masif, namun kontribusinya terasa sebagai bagian dari fondasi awal perkembangan musik metal ekstrem di daerah.

Memasuki perjalanannya kini, BRIMOR kembali menandai eksistensi mereka dengan merilis sebuah single berjudul “Sang Penguasa Jagat.” Lagu ini menjadi penegasan bahwa api yang dinyalakan sejak awal 1990-an belum sepenuhnya padam. Meski detail musikalnya tidak dilebarkan secara berlebihan, kehadiran single ini memperlihatkan kesinambungan BRIMOR sebagai unit death metal yang tetap berakar pada karakter ekstrem dan sikap tanpa kompromi.

BRIMOR berdiri bukan sekadar sebagai band, melainkan sebagai penanda zaman—sebuah representasi dari semangat DIY, perlawanan sunyi, dan hasrat bermusik yang tumbuh dari keterbatasan. Dari Cipanas, mereka menorehkan jejak awal death metal yang menjadi bagian dari sejarah bawah tanah Cianjur, sekaligus menegaskan bahwa suara dari masa lalu masih memiliki gaung di hari ini.


Post a Comment for "BRIMOR, Warisan Death Metal Cipanas yang Kembali Bersuara Lewat “Sang Penguasa Jagat”"